Tampilkan postingan dengan label Tadabbur Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tadabbur Quran. Tampilkan semua postingan

01 Februari 2026

Menata Jiwa Sebelum Perilaku | Inner Game, Tazkiyatun Nafs, dan Jalan Menuju “The New Me”

Artikel ini membahas bagaimana Al-Qur’an—melalui QS Asy-Syams 7–10—mengajarkan bahwa perubahan hidup sejati dimulai dari jiwa, bukan sekadar perilaku. Dengan pendekatan Inner Game dan konsep tazkiyatun nafs, pembaca diajak memahami hubungan antara pikiran, perasaan, amal, dan takdir hidup.
Sebuah refleksi mendalam bagi perempuan yang ingin bertumbuh secara sadar, menata batin, dan melangkah menuju versi diri yang lebih utuh (The New Me), tenang, dan selaras dengan kehendak Allah.

Cocok untuk pembaca yang mencari kajian perempuan, pengembangan diri islami, inner healing, dan pembelajaran batin yang membentuk perubahan nyata dari dalam.

Prolog — oleh Sifillah | Ruang Perempuan

Ada masa dalam hidup perempuan
di mana kita menyadari satu hal penting:
perubahan sejati tidak selalu dimulai dari luar.

Bukan dari jadwal yang lebih rapi,
bukan dari resolusi yang panjang,
bukan dari tuntutan untuk “harus lebih baik” setiap saat.

Melainkan dari ruang yang sering kita abaikan—
ruang batin.

Di sanalah pikiran bersemayam,
perasaan tumbuh,
dan keputusan hidup perlahan dibentuk.

Maka ketika kita belajar hal baru,
sejatinya yang sedang dibentuk bukan sekadar pengetahuan,
tetapi diri yang baru.

Inilah perjalanan The New Me—
perjalanan menata jiwa, sebelum menata dunia.

29 November 2025

Dua Mata Pedang Kebosanan: Seni Menyelam Lebih Dalam ke Dalam Diri dan Al-Qur’an

Dua Mata Pedang Kebosanan: Seni Menyelam Lebih Dalam ke Dalam Diri dan Al-Qur’an

Refleksi Tadabbur Surat Al-Baqarah 61 | Bersama Sifillah

Prolog — Sebuah Bisikan dari Sifillah

Bismillah…
Kita semua sedang berjalan menuju Allah dalam ritme hidup yang terus berubah. Ada hari-hari penuh semangat, ada hari-hari di mana dada terasa sesak dan langkah terasa berat. Ada kalanya kita merasa dekat dengan-Nya, ada pula masa-masa di mana hati terasa jauh, kering, dan bosan.

Namun satu hal yang selalu benar:

Setiap langkah kecil menuju Allah tetap dicatat sebagai perjalanan pulang.

Di sinilah aku ingin mengajakmu menyelam lebih dalam—bukan hanya ke dalam ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga ke dalam ruang batinmu sendiri. Untuk menemukan apa yang sering tersembunyi di balik rasa bosan, lelah, dan gelisah:
bahwa Allah sedang mendidik kita.

Dan kadang… pendidikan itu hadir dalam bentuk ketidaknyamanan.

1. Kebosanan: Fitrah yang Bisa Menyelamatkan atau Merusak

Pada kelas EMPQ Level 3, Ustadz Rezha Rendy memulai dengan sesuatu yang sangat manusiawi:

Kebosanan.

Bosan dengan rutinitas.
Bosan dengan proses.
Bosan dengan perjuangan yang “tu-ti-la-li-tang”—begitu-begitu saja.

Fitrah. Semua manusia mengalaminya.

Namun kebosanan adalah pedang bermata dua:

**🔪 Jika dikendalikan → ia menjadi energi perubahan.

🔪 Jika dibiarkan → ia merusak apa yang sedang kita bangun.**

Dalam pekerjaan, kebosanan yang tak dikelola membuat seseorang mengeluh lalu merusak sumber rezekinya sendiri.
Dalam rumah tangga, kebosanan bisa berbuah keputusan-keputusan berbahaya.
Dalam perjalanan iman, kebosanan bisa membuat seseorang berhenti bertumbuh.

Karena itulah Allah tidak membiarkan tema ini berlalu begitu saja. Bahkan Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an—agar kita belajar dari kaum yang pernah rusak oleh rasa bosan.

Melepas Beban Gelisah: Cara Menata Hati agar Hidup Lebih Lapang | Inspirasi Subuh bersama Sonny Abi Kim & Aa Zaen El Muttaqin

Bagaimana cara melepas beban gelisah? Pelajari 5 hal yang perlu dilepaskan: people pleasing, ketakutan, ekspektasi, pola hubungan, dan denda...

Popular Posts