Let Them Theory mengajarkan kita melepaskan hal yang berada di luar kendali. Dipadukan dengan Inner Game dan The Corruption of Desire, kita belajar membebaskan diri dari validasi manusia dan kembali kepada ketenangan bersama Allah.
Ada hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kita pikul
Pernahkah kita merasa lelah hanya karena memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita?
Tidak diajak.
Tidak dibalas.
Tidak dianggap.
Tidak dipuji.
Seseorang tiba-tiba berubah sikap.
Ada yang salah memahami kita.
Ada yang memiliki penilaian yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Lalu pikiran mulai bekerja:
"Aku salah apa?"
"Jangan-jangan dia tidak suka padaku?"
"Apa yang mereka bicarakan tentang aku?"
"Haruskah aku menjelaskan?"
"Bagaimana supaya mereka memahami aku?"
Satu kejadian kecil akhirnya mengambil ruang yang begitu besar di kepala.
Yang melelahkan sering kali bukan kejadiannya.
Yang melelahkan adalah usaha kita untuk mengendalikan sesuatu yang sejak awal memang bukan wilayah kendali kita.
Di sinilah sebuah prinsip sederhana bernama Let Them menjadi menarik untuk direnungkan.
Let Them. Biarkan mereka.
Biarkan mereka memiliki penilaian.
Biarkan mereka salah memahami.
Biarkan mereka memilih.
Biarkan mereka tidak menyukai kita.
Bukan karena kita tidak peduli.
Bukan pula karena kita menyerah.
Tetapi karena kita mulai sadar:
tidak semua hal adalah tanggung jawab kita.
Dan dari sinilah perjalanan menuju ketenangan ke dalam diri dimulai.
