01 Februari 2026

Menata Jiwa Sebelum Perilaku | Inner Game, Tazkiyatun Nafs, dan Jalan Menuju “The New Me”

Artikel ini membahas bagaimana Al-Qur’an—melalui QS Asy-Syams 7–10—mengajarkan bahwa perubahan hidup sejati dimulai dari jiwa, bukan sekadar perilaku. Dengan pendekatan Inner Game dan konsep tazkiyatun nafs, pembaca diajak memahami hubungan antara pikiran, perasaan, amal, dan takdir hidup.
Sebuah refleksi mendalam bagi perempuan yang ingin bertumbuh secara sadar, menata batin, dan melangkah menuju versi diri yang lebih utuh (The New Me), tenang, dan selaras dengan kehendak Allah.

Cocok untuk pembaca yang mencari kajian perempuan, pengembangan diri islami, inner healing, dan pembelajaran batin yang membentuk perubahan nyata dari dalam.

Prolog — oleh Sifillah | Ruang Perempuan

Ada masa dalam hidup perempuan
di mana kita menyadari satu hal penting:
perubahan sejati tidak selalu dimulai dari luar.

Bukan dari jadwal yang lebih rapi,
bukan dari resolusi yang panjang,
bukan dari tuntutan untuk “harus lebih baik” setiap saat.

Melainkan dari ruang yang sering kita abaikan—
ruang batin.

Di sanalah pikiran bersemayam,
perasaan tumbuh,
dan keputusan hidup perlahan dibentuk.

Maka ketika kita belajar hal baru,
sejatinya yang sedang dibentuk bukan sekadar pengetahuan,
tetapi diri yang baru.

Inilah perjalanan The New Me
perjalanan menata jiwa, sebelum menata dunia.

QS Asy-Syams 7–10: Allah Memulai dari Jiwa


Al-Qur’an memberikan fondasi yang sangat dalam tentang perubahan manusia.
Dalam QS Asy-Syams ayat 7–10, Allah berfirman:

“Dan jiwa serta penyempurnaannya.
Maka Allah mengilhamkan kepadanya jalan kefasikan dan ketakwaan.
Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”

Menariknya, Allah tidak langsung bicara tentang perilaku.
Tidak langsung menyebut amal.
Tidak langsung menilai tindakan.

Allah memulai dari jiwa.

Ini adalah isyarat besar:
arah hidup manusia ditentukan jauh sebelum perbuatan terlihat.

Inner Game: Pertempuran yang Tidak Terlihat

Sebelum tangan berbuat,
sebelum lisan berbicara,
sebelum tubuh melangkah—

ada dialog batin yang berlangsung diam-diam.

Inilah yang hari ini dikenal sebagai inner game.

Sebuah proses internal yang menentukan:

  • bagaimana kita memaknai kejadian

  • bagaimana kita merespons tekanan

  • bagaimana kita memilih antara sabar atau reaktif

  • bagaimana kita bertahan atau menyerah

Islam sejak awal telah mengenal ini melalui konsep tazkiyatun nafs
penyucian jiwa.

Dari Ilham hingga Takdir: Alur Kehidupan Manusia

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal alur:

Kejadian → Pikiran → Perasaan → Tindakan → Hasil

Jika diselaraskan dengan perspektif Qur’ani:

  • Pikiran → ilham & lintasan hati

  • Perasaan → kondisi jiwa

  • Tindakan → amal

  • Hasil → dampak dunia & akhirat

Artinya:
hidup tidak berubah secara acak.
Ia mengikuti alur batin yang terus berulang.

Pikiran yang tidak dijaga
akan melahirkan perasaan yang gelisah.

Perasaan yang gelisah
akan melahirkan amal yang berat.

Dan amal yang berat
perlahan membentuk hidup yang melelahkan.

Sebaliknya,
jiwa yang disucikan akan memudahkan ketaatan,
bukan memaksanya.

Belajar Hal Baru = Membentuk Diri yang Baru

Di sinilah makna slogan ini menemukan ruhnya:

“Mempelajari Hal Baru Sejatinya Membentuk Diri yang Baru.
Saat Kita Menguasainya, Kita tak lagi Menjadi Orang yang Sama.”

Belajar bukan sekadar menambah informasi.
Belajar adalah menggeser cara berpikir,
menata ulang cara merasa,
dan pada akhirnya—mengubah cara bertindak.

Ketika seorang perempuan mempelajari inner game:

  • ia tidak lagi bereaksi seperti dulu

  • ia lebih sadar pada lintasan batinnya

  • ia lebih tenang menghadapi tekanan

  • ia lebih lembut pada diri sendiri, tanpa kehilangan ketegasan

Inilah The New Me
bukan versi sempurna,
tetapi versi yang lebih utuh.

Refleksi untuk Perempuan Hari Ini

Banyak perempuan berkata:

“Aku sudah berusaha berubah, tapi selalu kembali ke pola lama.”

QS Asy-Syams memberi jawabannya:
perubahan yang bertahan lahir dari jiwa yang disucikan,
bukan dari tekanan untuk terlihat baik.

Karena:

  • pikiran membentuk rasa

  • rasa membentuk amal

  • amal, atas izin Allah, membentuk jalan hidup

Maka jika hari ini hidup terasa berat,
barangkali yang perlu dirapikan bukan jadwal,
melainkan arah jiwa.

Penutup: Jalan Pulang ke Diri


Perjalanan The New Me
bukan tentang menjadi orang lain,
tetapi kembali ke diri yang Allah rancang sejak awal.

Diri yang sadar.
Diri yang tenang.
Diri yang bertumbuh dari dalam.

Dan setiap kali kita belajar hal baru dengan niat yang lurus,
sebenarnya Allah sedang menyiapkan kita
untuk tidak lagi menjadi orang yang sama.

Sifillah | Ruang Perempuan 🤍



🌱 Kelas Inner Game – Life Coach Academy


Sebuah ruang belajar untuk:

  • Menata batin dengan kesadaran

  • Menguatkan spiritual wellbeing

  • Bertumbuh melalui ujian hidup

  • Menjadi pribadi yang utuh, jernih, dan berakar

📌 Informasi lengkap kelas dapat diakses melalui kanal resmi Life Coach Academy.




Semoga tulisan ini menjadi pengingat lembut: Bahwa lelah bukan selalu tanda lemah. Kadang, ia hanyalah undangan untuk pulang ke dalam diri.

— THE NEW ME

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sibuk Menerangi Orang Lain, Sampai Lupa Cahaya Diri Sendiri

Merasa lelah, kehilangan semangat, atau produktif tapi hampa? Bisa jadi bukan karena kurang usaha, melainkan karena spirit hidup mulai mere...

Popular Posts