Jika ini Ramadhan terakhir kita…
Kalimat ini tidak lahir dari ketakutan,
melainkan dari sebuah kesadaran yang dibangunkan dalam Kajian Pagi Meaningful Ways bersama Ustadz Indra Firmansyah.
Sebuah pengingat lembut bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan undangan paling intim dari Allah untuk menata ulang niat, meluruskan orientasi hidup, dan menghadirkan ibadah sepenuh hati.
Artikel reflektif ini mengajak kita berhenti sejenak dari hidup yang serba otomatis,
menengok ke dalam, dan bertanya dengan jujur:
ke mana sebenarnya arah langkah kita selama ini?
Sebuah renungan spiritual sebagai bekal pulang—
menyambut Ramadhan dengan kesadaran,
bukan sekadar kebiasaan.
JIKA INI RAMADHAN TERAKHIR KITA…
Menata Niat, Meluruskan Orientasi, dan Menghadirkan Ibadah Sepenuh Hati
Sebagai seorang Sifillah—hamba yang sedang belajar pulang dengan perlahan—aku menulis ini bukan dari posisi paling taat, tetapi dari hati yang sedang dibangunkan.
Pagi itu, dalam kajian Meaningful Ways,
sebuah pertanyaan sederhana mengendap lama di dadaku:
“Bagaimana jika Ramadhan kali ini adalah yang terakhir?”
