Prolog: Sebuah Pagi yang Mengubah Cara Saya Memandang Komunikasi
Pagi ini, saat mengikuti kajian Meaningful Ways bersama Kang Novie Setiabakti, “…saya seperti diingatkan Allah melalui kenyataan…” yang selama ini saya tutupi:
saya sering berkata “iya” meski hati sebenarnya lelah.
Saya terbiasa nggak enakan, sulit menolak, dan terlalu ingin membuat semua orang nyaman — bahkan ketika batas diri sendiri dilanggar. Akhirnya, emosi mudah meledak, hati cepat tersulut, dan saya merasa terus-menerus kelelahan secara batin.
Kajian hari ini membuka mata saya:
Komunikasi bukan soal bicara.
Komunikasi adalah soal keberanian mengungkapkan hati dengan jujur,
dan kesediaan mendengarkan tanpa menghakimi.
Ini bukan ilmu yang bisa dilewatkan.
Baca juga episode sebelumnya
Bicara Dari Hati 1--> Bicara dari Hati: Seni Mendengarkan dengan Empati untuk Membangun Komunikasi yang Bermakna
Bicara dari Hati 2 --> Bicara dari Hati: Menemukan Makna dalam Komunikasi yang Bermakna

