28 Februari 2026

Refleksi Surah Ar-Rahman Ayat 31–32: Saat Allah Mengingatkan Tentang Hari Perhitungan | 31 Days Challenge Ar-Rahman

Refleksi Surah Ar-Rahman ayat 31–32 tentang hari perhitungan dan hisab Allah. Tadabbur Day 9 yang menyadarkan dan menyentuh hati.

Serial Tadabbur Surah Ar-Rahman – Day 9

Jika pada Day 8 kita ditenangkan dengan ayat:

“Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (QS. Ar-Rahman: 29)

Kita belajar bahwa Allah tidak pernah berhenti mengurus hidup kita.

Namun hari ini, suasananya berubah.

Masih dalam Surah Ar-Rahman, tetapi nadanya lebih tegas.
Lebih serius.
Lebih menggugah kesadaran.

“Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu, wahai golongan manusia dan jin.” (QS. Ar-Rahman: 31)

Setelah Allah menunjukkan kasih dan pengaturan-Nya, kini Dia mengingatkan:
Akan ada hari ketika seluruh kehidupan ini diperiksa.

Dan kembali pertanyaan itu datang:

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 32)


 

27 Februari 2026

Refleksi Surah Ar-Rahman Ayat 29–30: Allah Tidak Pernah Diam Mengurus Hidup Kita | 31 Days Challenge Ar-Rahman

Tadabbur Surah Ar-Rahman ayat 29–30: Setiap waktu Allah dalam kesibukan mengurus hidupmu. Refleksi Day 8 yang menenangkan dan menyadarkan.

Serial Tadabbur Surah Ar-Rahman – Ramadhan Day 8

Jika pada Refleksi Surah Ar-Rahman ayat 26–28 (Day 6) kita diingatkan bahwa segala yang ada akan fana, maka hari ini kita diajak melihat sisi lain yang menenangkan:

Dunia memang tidak kekal.
Tetapi Allah tidak pernah berhenti bekerja.

“Yas’aluhu man fis-samawati wal-ardh. Kulla yaumin huwa fii sya’n.”
Semua yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. (QS. Ar-Rahman: 29)

Dan kembali Allah bertanya:

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman: 30)

Inilah keseimbangan yang lembut dalam Surah Ar-Rahman.
Ada kefanaan makhluk.
Ada keaktifan Rabb yang tak pernah berhenti mengatur.



Cara Menjernihkan Jiwa di Bulan Ramadhan: 5 Praktik Sadar dari Sesi 4 The Heart of Ramadhan

Menjernihkan jiwa di bulan Ramadhan melalui praktik sadar, makna, dan koneksi Ilahi. Lanjutan Sesi 4 The Heart of Ramadhan bersama Coach Sonny Abi Kim.

Mengubah Cara Pandang, Menguatkan Inner Game

Kelas Spesial Ramadhan – The Heart of Ramadhan Sesi 4 bersama Coach Sonny Abi Kim

Ramadhan tidak selalu mengubah dunia kita.
Tetapi Ramadhan mengubah cara kita melihat dunia.

Dan sering kali, perubahan cara pandang itulah yang paling menentukan kualitas hidup kita.

Jika pada Sesi 3: “Ramadhan Memulihkan Luka” kita belajar mengenali dan menyembuhkan luka batin, maka di Sesi 4 ini kita diajak melangkah lebih jauh:

Bagaimana menjaga kejernihan jiwa setelah luka mulai pulih?

Karena penyembuhan tanpa kesadaran mudah membuat kita kembali pada pola lama.

Bukan Dunia yang Berubah, Tapi Perspektif Kita

Masalah hidup tetap ada.
Ujian tetap datang.
Ketidakpastian tetap menjadi bagian dari perjalanan manusia.

Namun Ramadhan memberi “pencerahan” —
bukan selalu dalam bentuk perubahan dramatis,
melainkan perubahan halus dalam cara kita memaknai hidup.

Masalahnya mungkin sama.
Situasinya mungkin tidak jauh berbeda.
Tetapi hati kita tidak lagi merespons dengan cara yang sama.

Itulah proses menjernihkan jiwa.

Ketika perspektif berubah, beban hidup pun terasa berbeda.

26 Februari 2026

Refleksi Surah Ar-Rahman Ayat 26–28: Tentang Fana, Kekekalan, dan Kesadaran Pulang | 31 Days Challenge Ar-Rahman

Refleksi Surah Ar-Rahman ayat 26–28 tentang makna kullu man ‘alaiha faan, fana dan kekekalan dalam Islam, serta hikmah kehidupan dan kematian yang menyentuh hati.

Melanjutkan Penyelaman Kemarin

Pada pembelajaran sebelumnya pertemuan ke 6, kita menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah yang terhampar di semesta. Tentang keseimbangan, tentang nikmat yang berlimpah, tentang keteraturan yang menenangkan jiwa.

Hari ini, dalam Refleksi Surah Ar-Rahman ayat 26–28, Allah membawa kita masuk lebih dalam lagi.

Jika kemarin kita diajak melihat keluar,
hari ini kita diajak menunduk ke dalam.

Tentang kefanaan.
Tentang akhir.
Tentang siapa yang benar-benar kekal.

Dan mungkin inilah bagian yang paling sunyi, tapi paling menyadarkan.



Tafsir Surah Ar-Rahman Ayat 26 — Makna Kullu Man ‘Alaiha Faan

“Kullu man ‘alaiha faan.”
Setiap apa pun yang ada di atasnya akan musnah.

Dalam tafsir Surah Ar-Rahman ayat 26 dijelaskan bahwa segala sesuatu yang ada di permukaan bumi dan langit akan fana.

Bukan hanya manusia.
Bukan hanya makhluk bernyawa.

Matahari akan redup.
Bintang akan padam.
Langit akan terbelah.

Semua yang hari ini tampak kuat dan kokoh, suatu hari akan selesai tugasnya.

Yang muda akan menua.
Yang baru akan usang.
Yang hidup akan mati.

Inilah makna fana dalam Islam:
Semua yang diciptakan memiliki batas.

Dan sering kali, yang membuat kita lelah bukan dunia itu sendiri —
tetapi karena kita memperlakukannya seolah-olah ia kekal.

25 Februari 2026

Tafsir dan Refleksi Surah Ar-Rahman Ayat 24–25: Kapal Besar sebagai Tanda Kebesaran Allah | 31 Days Challenge Ar-Rahman

Refleksi Surah Ar-Rahman ayat 24–25 tentang kapal laksana gunung, tanda kebesaran Allah, dan makna hidup yang bergerak dalam nikmat-Nya.

Prolog – Dari Kedalaman Mutiara ke Luasnya Samudra

Pada pembelajaran sebelumnya tentang refleksi Surah Ar-Rahman ayat 22–23, kita menyelami makna mutiara dan marjan—simbol luka yang dilapisi hingga menjadi permata.

Hari ini, dalam refleksi Surah Ar-Rahman ayat 24–25, Allah mengangkat pandangan kita dari dasar laut… ke permukaannya.

Jika kemarin kita belajar tentang sesuatu yang tersembunyi di kedalaman,
hari ini kita diajak melihat sesuatu yang besar, megah, dan menggetarkan hati.

Allah berfirman dalam Qur'an:

“Dan kepunyaan-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan, laksana gunung-gunung.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
(QS. Ar-Rahman: 24–25)

Ayat ini bukan hanya tentang kapal.
Ia tentang kebesaran Allah.
Tentang kreativitas manusia yang bersumber dari-Nya.
Tentang bergerak, berkarya, dan hidup—di atas nikmat Allah.



24 Februari 2026

Ramadhan Memulihkan Luka: Cara Allah Menyembuhkan Hati yang Lelah dan Menguatkan Inner Game Kehidupan | The Heart of Ramadhan

Ramadhan memulihkan luka batin dan menguatkan inner game. Panduan reflektif menata hati, berdamai dengan kecewa, dan kembali pada Allah.

Prolog: Ramadhan Memulihkan Luka — Jalan Healing Hati di Bulan Suci

Kajian The Heart of Ramadhan (Sesi 3) bersama Coach Sonny Abi Kim

Pada sesi sebelumnya, dalam Kelas Spesial Ramadhan The Heart of Ramadhan: Menata Hati di Bulan Suci, kita belajar bagaimana Ramadhan menghidupkan iman dan mengaktifkan kembali “kode hati” dalam diri kita.

Kita disadarkan bahwa inti perubahan bukan terletak pada strategi hidup, melainkan pada kondisi hati.

Sesi ketiga ini adalah kelanjutannya.

Jika sebelumnya kita berbicara tentang menghidupkan iman, maka kini kita masuk lebih dalam: bagaimana Ramadhan memulihkan luka batin yang selama ini diam-diam kita simpan.

Karena sering kali, yang membuat iman redup bukan kurangnya ilmu.
Melainkan luka yang tidak pernah benar-benar diberi ruang untuk sembuh.

Bersama Coach Sonny Abi Kim, kita diajak melihat bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah.
Ia adalah ruang pemulihan.
Madrasah penyembuhan jiwa.

Sebab yang perlu kita pulihkan bukan hanya tubuh yang lelah oleh aktivitas, tetapi hati yang menyimpan kecewa, kehilangan, dan kelelahan yang tak selalu terlihat.

Dan di sinilah Ramadhan bekerja—
bukan sekadar memperbanyak amal, tetapi membersihkan lapisan luka yang selama ini tersembunyi.

Kenapa Doa Belum Dikabulkan? Ini Cara Allah Menjawabnya Tanpa Kita Sadari | Kajian Ruang Perempuan

The New Me - Platform refleksi spiritual perempuan berbasis pengalaman, ilmu, dan perjalanan iman. 

Doa terasa belum dikabulkan? Mungkin Allah sedang menjawabnya lewat proses. Refleksi lembut untuk belajar percaya dan berserah.

Doa, Takdir, dan Hati yang Masih Ingin Mengatur

Dalam sesi bersama Bunda Aniqq Al Faqiroh, muncul pertanyaan yang sering diam-diam hidup di hati kita:

“Kalau semua sudah ditetapkan Allah, lalu posisi doa itu di mana?”
“Apakah doa benar-benar bisa mengubah takdir?”

Pertanyaan ini bukan sekadar teologis.
Ini pertanyaan hati yang sedang gelisah.

Apakah Doa Bisa Mengubah Takdir?

Jawabannya: bisa — dengan izin Allah.

Para ulama menyampaikan bahwa doa termasuk bagian dari takdir itu sendiri. Bahkan ada ungkapan dari kalangan sufi bahwa:

Allah menciptakan doa lebih kuat daripada takdir.

Namun garis bawahnya jelas: semua tetap atas izin Allah.

Artinya apa?

Doa bukan melawan takdir.
Doa adalah bagian dari skenario takdir.

Kita berdoa — itu sudah ditulis.
Doa kita dikabulkan — itu juga sudah ditulis.
Ditunda, diganti, atau diarahkan — semuanya dalam ilmu-Nya.

Allah sudah berjanji dalam Al-Qur’an bahwa Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya. Dan Dia juga berjanji:

“Mintalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.”

Maka berhenti berdoa bukan solusi.
Justru doa adalah bentuk ketaatan pada janji Allah.

Refleksi Surah Ar-Rahman Ayat 31–32: Saat Allah Mengingatkan Tentang Hari Perhitungan | 31 Days Challenge Ar-Rahman

Refleksi Surah Ar-Rahman ayat 31–32 tentang hari perhitungan dan hisab Allah. Tadabbur Day 9 yang menyadarkan dan menyentuh hati. Serial Tad...

Popular Posts