kamu terlihat baik-baik saja di luar,
tapi di dalam diri rasanya selalu capek?
Sedikit ditolak langsung overthinking.
Sedikit dikritik langsung merasa gagal.
Sedikit berubah sikap dari orang lain… langsung takut ditinggalkan.
Dan anehnya,
kita sering tidak tahu kenapa.
Malam itu, saat belajar bersama Bunda Aniqq Al Faqiroh di Ruang Pulih Perempuan, ada satu kalimat yang terasa menampar pelan:
“Insecure bukan cuma soal tidak percaya diri.
Tapi tentang hati yang kehilangan rasa aman.”
Kalimat itu seperti membuka banyak pintu yang selama ini terkunci.
Ternyata…
orang yang suka menghindari konflik,
mudah tersinggung,
haus validasi,
bahkan terlalu perfeksionis—
belum tentu karena mereka buruk.
Bisa jadi…
ada luka lama yang belum benar-benar pulih.
Dan tanpa sadar, luka itu terus memengaruhi:
- cara kita mencintai,
- cara kita memandang diri sendiri,
- bahkan cara kita menjalani hidup.
Artikel ini bukan untuk menyalahkan masa lalu.
Tapi untuk membantu kita memahami:
mengapa hati terasa begitu lelah…
dan bagaimana pelan-pelan kita bisa pulang kepada diri sendiri.
🌿 Apa Itu Insecure, Sebenarnya?
Banyak orang mengira insecure itu hanya soal:
- malu tampil,
- minder,
- atau tidak percaya diri bicara di depan umum.
Padahal… itu hanya permukaan.
Di akar terdalamnya, insecure adalah:
kehilangan rasa aman secara emosional dan psikologis.
Seseorang yang insecure biasanya hidup dalam mode “siaga”.
Sedikit saja ada perubahan:
- langsung cemas,
- takut ditolak,
- takut tidak diterima,
- takut kehilangan.
Akhirnya hidup terasa melelahkan.
Karena batinnya terus berjaga.







