Refleksi Surah Ar-Rahman ayat 24–25 tentang kapal laksana gunung, tanda kebesaran Allah, dan makna hidup yang bergerak dalam nikmat-Nya.
Prolog – Dari Kedalaman Mutiara ke Luasnya Samudra
Pada pembelajaran sebelumnya tentang refleksi Surah Ar-Rahman ayat 22–23, kita menyelami makna mutiara dan marjan—simbol luka yang dilapisi hingga menjadi permata.
Hari ini, dalam refleksi Surah Ar-Rahman ayat 24–25, Allah mengangkat pandangan kita dari dasar laut… ke permukaannya.
Jika kemarin kita belajar tentang sesuatu yang tersembunyi di kedalaman,
hari ini kita diajak melihat sesuatu yang besar, megah, dan menggetarkan hati.
Allah berfirman dalam Qur'an:
“Dan kepunyaan-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan, laksana gunung-gunung.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
(QS. Ar-Rahman: 24–25)
Ayat ini bukan hanya tentang kapal.
Ia tentang kebesaran Allah.
Tentang kreativitas manusia yang bersumber dari-Nya.
Tentang bergerak, berkarya, dan hidup—di atas nikmat Allah.







