Merasa lelah, cemas, dan overthinking? Pelajari 5 cara melepaskan beban gelisah menurut Ustadz Sonny Abi Kim agar hati lebih tenang, lapang, dan bahagia.
Mengapa MBG Itu Penting?
Saat Tubuh Masih Kuat, Tapi Hati Sudah Terlalu Lelah
"Kenapa ya kalau keputusan saya salah?"
"Bagaimana kalau target saya tidak tercapai?"
"Bagaimana kalau rezeki bulan ini tidak sesuai harapan?"
Mungkin pertanyaan-pertanyaan seperti itu pernah singgah di pikiran kita. Bahkan mungkin bukan hanya sesekali, tetapi menjadi teman yang diam-diam menemani setiap hari.
Tubuh terlihat baik-baik saja.
Senyum masih bisa diberikan.
Aktivitas tetap berjalan.
Namun jauh di dalam hati, ada sesuatu yang terasa berat.
Ada kegelisahan yang tidak terlihat.
Ada kecemasan yang tidak terdengar.
Ada kelelahan yang tidak berasal dari fisik, melainkan dari hati yang terlalu banyak memikul beban.
Inilah salah satu penyakit modern yang diam-diam menggerogoti banyak orang: gelisah.
Bukan karena hidup selalu sulit.
Tetapi karena hati terlalu banyak menggenggam.
Melalui materi MBG (Melepas Beban Gelisah) dalam program Let It Flow, Ustadz Sonny Abi Kim mengajak kita memahami bahwa salah satu keterampilan hidup yang paling penting bukanlah bagaimana mendapatkan lebih banyak, melainkan bagaimana melepaskan lebih banyak.
Karena sering kali yang membuat hidup terasa berat bukan jalan yang kita tempuh, tetapi beban yang kita bawa.
Seperti seorang musafir yang mendaki gunung.
Yang membuatnya kelelahan bukan semata-mata medan yang terjal, tetapi tas yang terlalu penuh dengan barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
Begitu pula hidup.
Kita membawa kekhawatiran yang belum terjadi.
Kita membawa penyesalan yang sudah berlalu.
Kita membawa ekspektasi yang tidak realistis.
Kita membawa luka yang belum kita lepaskan.
Padahal ketenangan baru hadir ketika hati berhenti menggenggam apa yang memang perlu dilepas.









