Mengapa Banyak Orang Sibuk Memperbaiki Hidup, tetapi Tetap Tidak Bahagia?
"Boleh jadi yang lelah bukan tubuhmu. Bukan pula pekerjaanmu. Tetapi ada bagian dari jiwamu yang terlalu lama memikul beban sendirian."
Dari Ikhlas, Sabar, Qana'ah… Kini Sampailah Kita pada Titik Pulih
Dalam beberapa seri kajian sebelumnya, kita telah belajar bahwa ikhlas bukan berarti tidak memiliki harapan. Kita juga belajar bahwa sabar bukan berarti memendam perasaan, dan qana'ah bukan berarti berhenti mengejar mimpi.
Namun setelah semua itu dipelajari, masih ada satu pertanyaan yang sering muncul.
"Kenapa aku sudah berusaha memperbaiki diri, tetapi hidup masih terasa berat?"
Mungkin kita sudah rajin mengikuti kajian.
Sudah membaca banyak buku.
Sudah mencoba memperbaiki hubungan.
Sudah belajar mengelola keuangan.
Sudah berusaha menjadi pasangan yang lebih baik.
Tetapi entah mengapa, hati tetap mudah lelah.
Sedikit masalah terasa sangat berat.
Sedikit penolakan membuat kita kehilangan semangat.
Sedikit kekecewaan membuat kita ingin menyerah.
Malam itu, dalam Road to Mentorship "Let It Flow", Coach Sonny Abi Kim mengajak kami melihat sesuatu yang sering luput dari perhatian.
Boleh jadi yang belum kita perbaiki bukan kehidupan kita. Tetapi jiwa kita.







