Pagi itu, suasana kajian terasa hangat dan penuh perenungan. Dalam forum Meaningful Ways, Novie Setyabakti mengajak para peserta menyelami satu persoalan yang diam-diam sedang menggerogoti banyak hati manusia hari ini: haus validasi.
Di era media sosial, manusia semakin mudah merasa kurang. Sedikit-sedikit ingin dipuji. Sedikit-sedikit ingin terlihat bahagia. Bahkan tanpa sadar, hidup perlahan berubah menjadi panggung pencitraan demi mendapatkan pengakuan dari manusia.
Melalui penyampaian yang hangat, reflektif, dan menenangkan, Kang Novie mengingatkan bahwa kemuliaan manusia tidak terletak pada popularitas, jumlah likes, pujian, ataupun penilaian orang lain. Kemuliaan sejati terletak pada ketakwaan dan ketulusan hati di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kajian ini bukan hanya membahas tentang bahaya haus validasi, tetapi juga mengajak kita memahami:
- bagaimana media sosial membentuk kebutuhan pengakuan,
- mengapa membandingkan diri membuat hati lelah,
- pentingnya menjaga niat dalam setiap amal,
- belajar menerima feedback tanpa rapuh,
- hingga cara menemukan ketenangan dengan kembali menggantungkan hati hanya kepada Allah.
Ditulis ulang dari kajian Meaningful Ways, artikel ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi siapa saja yang sedang lelah mengejar pengakuan manusia dan ingin kembali menemukan makna hidup yang lebih tenang, tulus, dan penuh ridha Allah.







