Refleksi Surah Ar-Rahman ayat 43–45 tentang neraka Jahanam yang dulu didustakan. Tadabbur mendalam tentang peringatan Allah, azab, dan kesempatan taubat sebelum terlambat.
Saat Kebenaran yang Dulu Didustakan Akhirnya Tampak
Perjalanan tadabbur kita di Surah Ar-Rahman semakin membawa hati pada titik yang lebih serius.
Pada Day 14, kita diajak merenungi hari ketika manusia tidak lagi bisa menyembunyikan dosa.
Segala sesuatu yang selama ini disembunyikan akan terlihat jelas.
Hari ini, pada Refleksi Surah Ar-Rahman ayat 43–45, Al-Qur'an membawa kita pada satu gambaran yang sangat tegas:
Hari ketika orang-orang yang dahulu mendustakan kebenaran akhirnya melihat sendiri apa yang dulu mereka ingkari.
Bukan lagi sekadar peringatan.
Bukan lagi sekadar nasihat.
Tetapi kenyataan yang berdiri di depan mata.
Allah berfirman:
“Inilah neraka Jahanam yang dahulu didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang sangat panas.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
(QS. Ar-Rahman: 43–45)
Ayat ini bukan hanya menggambarkan azab.
Ia juga membuka tabir tentang satu penyakit hati yang sering terjadi pada manusia: mendustakan kebenaran karena merasa aman di dunia.




.png)