"Bukan semua orang yang memiliki sedikit merasa miskin. Tetapi banyak orang yang memiliki segalanya tetap merasa kurang."
Setelah Ikhlas dan Sabar, Mengapa Hati Masih Belum Tenang?
Pada artikel sebelumnya, kita telah belajar bahwa ikhlas bukan berarti tidak merasa kehilangan. Kita juga memahami bahwa sabar bukanlah memendam perasaan atau mematikan emosi, melainkan kemampuan menjaga hati tetap berada di jalan Allah ketika hidup sedang mengguncang.
Namun, setelah seseorang belajar ikhlas dan sabar, sering kali muncul pertanyaan baru.
"Mengapa hati masih terasa kurang?"
"Mengapa sudah memiliki banyak nikmat, tetapi tetap sulit merasa cukup?"
Pertanyaan inilah yang menjadi renungan dalam kajian Road to Mentorship Let It Flow bersama Coach Sonny Abi Kim.
Menariknya, pembahasan malam itu tidak dimulai dari teori. Justru dimulai dari sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita: berita-berita yang sedang viral.
Bukan untuk menghakimi siapa pun.
Bukan pula untuk mencari siapa yang salah.
Tetapi untuk bercermin.
Karena setiap peristiwa yang Allah izinkan terjadi selalu menyimpan pelajaran bagi hati yang mau mengambil ibrah.
Allah berfirman,
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal."
(QS. Yusuf: 111)
Maka, yang perlu kita tanyakan bukanlah, "Mengapa mereka bisa seperti itu?" Melainkan, "Apa yang Allah ingin ajarkan kepadaku melalui peristiwa ini?"







