18 Februari 2026

Fiqih Ramadan: Siap Masuk Ramadan dengan Ilmu, Bukan Sekadar Semangat | Day 3 – Teras Ramadan

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi tentang menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat. Pada Day 3 Teras Ramadan, dalam Kajian Fiqih Seputar Ramadan bersama Ustadz Muslim Al Fatih, kita membahas Fiqih Dasar Ramadan secara runtut dan mendalam—mulai dari syarat wajib puasa, syarat sah puasa, rukun puasa, niat puasa, hingga keutamaan puasa dalam Islam.

Belajar fiqih Ramadan adalah langkah penting agar ibadah kita tidak sekadar bersemangat, tetapi benar dan bernilai di sisi Allah. Artikel ini merangkum poin-poin penting kajian agar setiap muslimah dapat memasuki bulan suci dengan ilmu, pemahaman, dan ketenangan hati.

Karena Ramadan yang terbaik bukan hanya yang paling sibuk ibadahnya, tetapi yang paling benar pelaksanaannya.

Pelajari Fiqih Ramadan: syarat wajib dan sah puasa, niat puasa, rukun puasa, serta keutamaan puasa bersama Ustadz Muslim Al Fatih di Teras Ramadan.

Ramadan Tidak Cukup dengan Semangat

Banyak yang begitu antusias menyambut Ramadan.
Dekorasi sudah disiapkan. Target tilawah sudah ditulis. Menu sahur sudah dirancang.

Namun ketika Ramadan benar-benar datang, muncul kegelisahan kecil:

Apakah puasaku sudah benar?
Apa saja yang membatalkan puasa tanpa aku sadari?
Sudahkah niatku sah menurut syariat?

Ibadah bukan sekadar perasaan khusyuk.
Ia butuh fondasi ilmu.

Karena amal tanpa ilmu bisa sia-sia.
Dan ilmu tanpa amal hanya menjadi pengetahuan yang membeku.

Di kelas Teras Ramadan, bersama Muslim Al Fatih, kita diajak kembali pada dasar: Fiqih Basic Ramadan.

Mengapa Harus Belajar Fiqih Ramadan?

Dalam setiap ibadah, ada dua bekal utama:

  1. Pemahaman (ilmu yang benar)

  2. Pemaknaan (kesadaran hati mengapa kita melakukannya)

Tanpa pemahaman, ibadah bisa keliru.
Tanpa pemaknaan, ibadah bisa hampa.

Puasa bukan sekadar menahan diri.
Ia adalah perjalanan menuju takwa.

7 Keutamaan Puasa dalam Ramadan

Berikut beberapa keutamaan puasa yang disebutkan dalam hadits dan Al-Qur’an:

  1. Bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi
    (HR. Sahih Muslim)

  2. Doa orang yang berpuasa mustajab
    (HR. Musnad Ahmad)

  3. Puasa menjadi tameng dari syaitan dan api neraka
    (HR. Sahih Bukhari & Sahih Muslim)

  4. Diampuni dosa yang telah lalu
    (HR. Sahih Bukhari)

  5. Menjadi jalan menuju takwa
    (QS. Al-Baqarah: 183)

  6. Mendapat pintu surga khusus Ar-Rayyan
    (HR. Sahih Bukhari & Sahih Muslim)

  7. Allah sendiri yang memberi pahala khusus untuk puasa
    (HR. Sahih Muslim)

Puasa bukan ibadah biasa.
Ia ibadah istimewa dengan balasan istimewa.

Syarat Wajib Puasa Ramadan

Puasa menjadi wajib apabila seseorang:

  • Beragama Islam

  • Baligh

  • Berakal

  • Sehat

  • Mampu

  • Tidak dalam perjalanan jauh (menurut rincian fiqih)

  • Suci dari haid dan nifas (bagi perempuan)

Syarat Sah Puasa

Agar puasa sah:

  • Tetap dalam agama Islam

  • Tidak sedang haid atau nifas

  • Dilaksanakan pada hari yang diperbolehkan untuk berpuasa

Bagaimana Menentukan Awal Ramadan?

Ada dua metode utama:

1. Ru’yatul Hilal

Melihat bulan sabit pertama secara langsung.
"Ru’yah" berarti melihat, dan "hilal" berarti bulan sabit awal.

2. Ikmal

Menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari jika hilal tidak terlihat.

Keduanya memiliki dasar dalam syariat dan digunakan oleh kaum muslimin.

Rukun Puasa

Rukun puasa ada dua:

  1. Niat

  2. Imsak (menahan diri dari hal yang membatalkan)
    dari terbit fajar hingga terbenam matahari

Syarat Niat dalam Puasa

Niat memiliki empat unsur:

  • Jazm – yakin

  • Ta’yin – ditentukan jenis puasanya

  • Tabyit – dilakukan di malam hari

  • Tajdid – diperbaharui setiap hari (menurut mazhab Syafi’i)

Apakah Harus Membaca “Nawaitu…”?

Redaksi niat puasa yang populer:

“Nawaitu shauma ghadin…”

Disusun oleh Imam Ar-Rafi’i dalam kitab Fathul ‘Aziz bi Syarhi al-Wajiz, kemudian dituliskan kembali oleh Imam An-Nawawi dalam Raudhah al-Thalibin sehingga menjadi familiar di kalangan muslimin.

Namun secara fiqih:

๐Ÿ‘‰ Tidak wajib membaca redaksi tertentu.
Yang wajib adalah adanya niat di dalam hati.

Redaksi boleh berbeda.
Bahasa boleh berbeda.
Yang penting adalah kesungguhan dan kepastian niatnya.

Insight: Ramadan Butuh Ilmu agar Ibadah Tidak Sekadar Rutinitas

Sering kali kita merasa sudah lama berpuasa, sehingga merasa tidak perlu belajar lagi.

Padahal boleh jadi:

  • Kita masih keliru dalam memahami rukun.

  • Kita belum tahu detail yang membatalkan.

  • Kita belum benar-benar memaknai mengapa kita berpuasa.

Ramadan bukan rutinitas tahunan.
Ia madrasah takwa.

Dan madrasah selalu dimulai dengan belajar.

Siap Masuk Ramadan dengan Ilmu, Bukan Sekadar Semangat?

✨ Di kelas Teras Ramadan – Kajian Fiqih Seputar Ramadan bersama Muslim Al Fatih, kita belajar dari dasar, runtut, dan mudah dipahami.

Masih dibuka untuk UMUM.
Infaq terbaik difasilitasi.

๐ŸŒฟ Daftar di sini:
https://shrtlink.ai/TerasRamadhan2026

Mari siapkan Ramadan dengan pemahaman dan pemaknaan.
Agar puasa kita bukan sekadar menahan lapar…
tetapi benar-benar mengantarkan kita menuju takwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fiqih Ramadan: Siap Masuk Ramadan dengan Ilmu, Bukan Sekadar Semangat | Day 3 – Teras Ramadan

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi tentang menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat. Pada Day 3 Teras Ramadan, dal...

Popular Posts