Temukan makna sejati dari resilience — kekuatan yang tumbuh dari keterpurukan. Belajar dari nilai-nilai spiritual, kisah ketabahan, dan 3 heartset untuk menumbuhkan ketahanan diri.
Artikel oleh Sifillah | The New Me | Inner Healing 40 Hari PPA.
Saat Diri yang Lama Mulai Diperbarui
Ada masa dalam hidup ketika dunia terasa begitu sunyi.
Langkah pelan, dada sesak, hati penuh tanya — kenapa aku harus melewati semua ini?
Namun di titik itu, sebenarnya kita sedang diajak untuk “lahir kembali.”
Sebab mempelajari hal baru sejatinya membentuk diri yang baru.
Dan ketika kita mulai menguasainya, kita tak lagi menjadi orang yang sama.
Aku, Sifillah, percaya:
Resilience — ketahanan batin — bukan hanya tentang seberapa kuat kita menahan badai,
tetapi seberapa dalam kita mampu menemukan makna dari setiap peristiwa yang mengguncang.
Pagi ini, dalam parade webinar RETURN bersama Ust. Sonny Abi Kim (Trainer PPA Institute), kami belajar tentang Resilience — Kekuatan yang Tumbuh dari Keterpurukan.
💠 Apa Itu Resilience?
Resilience adalah kemampuan untuk bangkit kembali setelah terjatuh,
untuk tetap tegak saat hidup terasa menekan,
dan tetap lembut hati ketika dunia terasa keras.
Kemampuan ini bukan bawaan lahir, melainkan hasil dari perjalanan spiritual dan kesadaran yang terus dilatih.
Mengapa penting? Karena ujian adalah bagian dari pendidikan jiwa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ujian akan terus menimpa orang-orang beriman — dalam diri, anak, dan harta mereka — hingga mereka bertemu Allah tanpa dosa.”
(HR. Tirmidzi, Shahih)
Artinya, di balik setiap cobaan, selalu ada penyucian, ada pengangkatan derajat.









