31 Oktober 2025

Resilience — Kekuatan yang Tumbuh dari Keterpurukan

Temukan makna sejati dari resilience — kekuatan yang tumbuh dari keterpurukan. Belajar dari nilai-nilai spiritual, kisah ketabahan, dan 3 heartset untuk menumbuhkan ketahanan diri.
Artikel oleh Sifillah | The New Me | Inner Healing 40 Hari PPA.

Saat Diri yang Lama Mulai Diperbarui

Ada masa dalam hidup ketika dunia terasa begitu sunyi.
Langkah pelan, dada sesak, hati penuh tanya — kenapa aku harus melewati semua ini?

Namun di titik itu, sebenarnya kita sedang diajak untuk “lahir kembali.”
Sebab mempelajari hal baru sejatinya membentuk diri yang baru.
Dan ketika kita mulai menguasainya, kita tak lagi menjadi orang yang sama.

Aku, Sifillah, percaya:
Resilience — ketahanan batin — bukan hanya tentang seberapa kuat kita menahan badai,
tetapi seberapa dalam kita mampu menemukan makna dari setiap peristiwa yang mengguncang.

Pagi ini, dalam parade webinar RETURN bersama Ust. Sonny Abi Kim (Trainer PPA Institute), kami belajar tentang ResilienceKekuatan yang Tumbuh dari Keterpurukan.

💠 Apa Itu Resilience?

Resilience adalah kemampuan untuk bangkit kembali setelah terjatuh,
untuk tetap tegak saat hidup terasa menekan,
dan tetap lembut hati ketika dunia terasa keras.

Kemampuan ini bukan bawaan lahir, melainkan hasil dari perjalanan spiritual dan kesadaran yang terus dilatih.

Mengapa penting? Karena ujian adalah bagian dari pendidikan jiwa.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ujian akan terus menimpa orang-orang beriman — dalam diri, anak, dan harta mereka — hingga mereka bertemu Allah tanpa dosa.”
(HR. Tirmidzi, Shahih)

Artinya, di balik setiap cobaan, selalu ada penyucian, ada pengangkatan derajat.

30 Oktober 2025

Merangkul Luka: Perjalanan Pulang Menuju Cinta Ilahi

THE NEW ME | Inner Healing Series

Setiap kali kita mempelajari hal baru, sejatinya diri kita sedang dibentuk ulang.
Pemahaman yang mendalam akan mengubah cara kita melihat hidup, menafsirkan peristiwa, bahkan mencintai diri sendiri.
Dan saat kita menguasainya, kita tak lagi menjadi orang yang sama.

Begitu pula dengan proses inner healing — perjalanan pulang menuju hati yang utuh.
Bukan sekadar “menyembuhkan luka”, melainkan menapaki jalan lembut untuk memahami pesan Allah di balik setiap perih yang kita alami.

🌸 Luka: Gerbang Menuju Kesadaran

“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang,
maka Allah timpakan atasmu pedihnya sebuah pengharapan...”
Imam Asy Syafi’i

Kita semua pernah terluka.
Namun, orang yang paling tangguh bukanlah yang tak pernah menangis,
melainkan mereka yang mampu menari-nari dalam luka, seperti kata Rumi.

Mereka belajar menikmati kesedihan tanpa kehilangan harapan.
Mereka berlatih mendengarkan pesan yang tersembunyi di balik rasa sakit,
karena yakin—tidak ada yang Allah tetapkan kecuali dengan maksud yang penuh kasih.

Seringkali, yang membuat kita menderita bukanlah luka itu sendiri, melainkan ego yang menolak kenyataan.
Maka, ketika kita dibenturkan oleh keadaan, sebenarnya Allah sedang mengetuk kesadaran kita:
agar hati kembali lembut, dan jiwa kembali berpaut hanya kepada-Nya.

26 Oktober 2025

Saat Kenyataan Tak Sesuai Harapan | Inner Healing & Pemulihan Jiwa – The New Me

Pelajari cara berdamai dengan masa lalu, menerima kenyataan, dan memulihkan jiwa melalui Inner Healing bersama Coach Sonny Abi Kim. 40 hari perjalanan menuju ketenangan batin.

Prolog – Perjalanan Menuju Pemulihan Jiwa

Setiap kali kita berani mempelajari hal baru, sesungguhnya kita sedang melahirkan versi diri yang baru. Dalam dunia inner healing atau penyembuhan batin, belajar berarti menyadari bahwa setiap pengalaman — termasuk yang menyakitkan — adalah bagian dari proses menuju kedewasaan spiritual.

Ketika kita membuka diri untuk memahami makna di balik luka, menerima kenyataan dengan ikhlas, dan menyerahkan hasil kepada Allah, saat itulah kita tidak lagi menjadi orang yang sama. Kita sedang menjalani perjalanan pemulihan jiwaThe Inner Healing Journey. 🌱

🌸 Saat Kenyataan Tak Sesuai Harapan

Tidak semua rencana berjalan sebagaimana yang kita impikan. Ada kalanya, hidup membawa kita pada arah yang tidak kita pilih. Di titik inilah kita perlu mengenali “peta kendali jiwa” — membedakan antara hal yang bisa kita ubah dan yang tidak.

“Things you can change, change them fully.
Things you cannot change, accept them fully.”

Ketika kita mencoba mengendalikan hal yang di luar jangkauan, jiwa menjadi letih. Tapi saat kita menerima dengan penuh kesadaran, kedamaian mulai hadir perlahan. Di sinilah titik awal healing sejati dimulai.

22 Oktober 2025

Tenang yang Dicari, Gelisah yang Ditemui: Belajar Hal Baru dan Proses Menjadi Diri yang Lebih Sadar

Dari Gelisah Menuju Damai (Sifillah’s Note)

Bismillahirrahmanirrahim.
Ada masa di mana kita merasa sudah cukup tahu banyak hal, tapi jiwa tetap resah. Ada pula waktu ketika kita sibuk menuntut ilmu, mengikuti kelas demi kelas, namun hati tak juga tenang. Hingga akhirnya kita sadar — belajar bukan hanya soal menambah pengetahuan, tapi membentuk diri yang baru.

Sebagaimana air yang terus mengalir tidak akan berbau, demikian pula jiwa yang terus belajar akan senantiasa hidup dan segar. Tapi syaratnya satu: belajar dengan kesadaran, bukan sekadar memenuhi dahaga ego yang ingin tahu.

Webinar malam itu, bersama Bunda Aniqq Al Faqiroh, menjadi oase bagi lebih dari seribu perempuan yang hadir. Ada yang datang karena lelah, ada yang rindu pada Allah, dan ada pula yang hanya ingin tenang — tapi justru menemukan gelisah.

19 Oktober 2025

Saat Langit Mendengar | Refleksi tentang Doa, Rasa, dan Keindahan Menjadi Hamba

Refleksi tentang Doa, Rasa, dan Keindahan Menjadi Hamba

Dalam kajian Return yang penuh cahaya,
Ustadz Zaenal Muttaqin mengingatkan kita tentang sesuatu yang sering kita lupakan: keindahan sebuah doa.

Melalui tema Langit Mendengar, beliau membuka kesadaran kita bahwa setiap hamba akan selalu berhadapan dengan dua hal dalam hidupnya — masalah dan keinginan.
Dan tanpa kita sadari, keduanya adalah jembatan agar kita kembali menyambungkan rasa dengan Rabb yang Maha Mendengar.

Ternyata, bukan masalahnya yang perlu segera pergi,
melainkan rasa kita yang perlu disambungkan kembali kepada Allah.

Karena sejatinya, doa bukan sekadar permintaan,
melainkan cara paling lembut bagi hati untuk pulang.

08 Oktober 2025

Letting Flow Therapy: Seni Mengalir Bersama Takdir dan Menyembuhkan Luka Batin

The Art of Letting Flow – Seni Membiarkan Jiwa Mengalir

Dari Hati ke Hati bersama Sifillah

Bismillah...
Aku menulis ini bukan dari ruang tanpa luka, tapi dari perjalanan panjang menata hati.

Pernah ada masa ketika air mata lebih mudah turun daripada kata-kata.
Ketika doa terasa hampa, dan semua nasihat terdengar jauh.

Namun, satu hal yang pelan-pelan menyembuhkan adalah ketika aku mulai berhenti melawan dan belajar mengalir bersama takdir Allah.
Ternyata, rasa sakit yang dulu aku benci adalah guru paling sabar yang menuntunku pada pemahaman baru:
bahwa luka tidak datang untuk menghancurkan, tapi untuk menyadarkan.

Dari sanalah aku mengenal konsep Letting Flow Therapy dalam Inner Healing 40 Hari bersama Coach Sonny Abi Kim
sebuah perjalanan lembut untuk memulihkan jiwa, menata napas, dan menemukan kembali cinta kepada diri sendiri dan kepada Allah.

1. Menyapa Kabar Hati

“Bagaimana kabar hati kita malam ini?”

Pertanyaan sederhana ini sering disampaikan oleh Ustadz Sonny Abi Kim di setiap awal sesi.
Terdengar ringan, tapi jawabannya sering tak semudah itu.

Ada hati yang bahagia, tapi juga yang sedang lelah.
Ada yang sedang bersyukur, tapi juga ada yang sedang berjuang.

Dan semua itu sah. Karena hidup bukan selalu tentang baik-baik saja, tapi tentang bagaimana hati tetap berada di bawah cahaya-Nya.

07 Oktober 2025

Family Conflict Resolution: Dari Tegang Jadi Tenang

Belajar Menata Ulang Hubungan Keluarga, dari Tegang Jadi Tenang

Setiap kali kita mempelajari hal baru, sejatinya kita sedang membentuk diri yang baru.
Kita berubah dalam cara berpikir, merasakan, dan merespons hidup.
Dan ketika kita sudah menguasainya, kita bukan lagi orang yang sama.

Begitu pula dalam urusan keluarga.
Setiap konflik, gesekan, dan perbedaan yang terjadi bukanlah tanda kegagalan.
Ia adalah undangan untuk bertumbuh—mengenal diri lebih dalam dan belajar kembali mencintai dengan cara yang lebih matang.

Pagi ini, dalam parade webinar RETURN bersama Ust. M. Zulfikarullah (Trainer PPA Institute)
kami belajar tentang Family Conflict Resolution
bagaimana mengubah rumah dari tegang menjadi tenang.

Dari Tegang Jadi Tenang

Kadang, bukan karena kita tidak saling mencintai,
tetapi karena cara memahami dan menyampaikan yang tidak sejalan.
Akhirnya rumah terasa seperti medan perang,
bukan tempat pulang yang menenangkan.

Padahal, setiap konflik adalah kesempatan.
Jalan menuju kedewasaan dan kedamaian —
asal kita tahu cara mengelolanya dengan benar.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Ruum: 21)

06 Oktober 2025

Syukur yang Mengubah Hidup: Ketika “Alhamdulillah” Tak Lagi Sekadar Ucapan

Ada kalanya hidup mengajarkan kita bukan lewat keberhasilan, tetapi lewat momen-momen sederhana yang sering kita abaikan.

Setiap kali kita belajar memahami sesuatu yang baru —
entah itu rasa sabar, ikhlas, atau syukur —
kita sebenarnya sedang melahirkan versi diri yang berbeda.

Mempelajari hal baru sejatinya membentuk diri yang baru.
Saat kita menguasainya, kita tak lagi menjadi orang yang sama.

Dan hari ini, mungkin pelajaran itu bernama syukur.

Bukan sekadar ucapan,
tapi kesadaran mendalam yang bisa menenangkan hati,
melapangkan hidup, dan mengubah cara kita melihat dunia.

Tulisan ini bukan untuk dibaca cepat,
tapi untuk direnungi perlahan —
karena kadang, satu kalimat yang diserap dengan hati,
bisa menuntun kita menjadi pribadi yang benar-benar baru.

Selamat datang di The New Me
ruang tumbuh yang lembut,
di mana setiap rasa syukur adalah langkah kecil menuju versi terbaik dari dirimu. 🌷

Syukur yang Mengubah Hidup: Dari Sekadar Ucapan Menjadi Energi Kehidupan


“Syukur bukan hanya tentang menerima yang besar, tapi tentang menyadari betapa berharganya yang kecil.”
 

Setiap pagi kita mengucap Alhamdulillah, tapi sudahkah hati kita benar-benar mengerti maknanya?
Kajian Meaningful Wais pagi ini bersama Kang Novie Setiabakti membuka mata banyak hati tentang satu hal sederhana yang sering kita lewatkan: syukur yang benar-benar hidup di dalam diri.

Ketika Disayang Menenangkan, Disakiti Mengacaukan Imun | Refleksi Sains dan Islam tentang Kesehatan Hati dan Tubuh

Artikel reflektif bernuansa Islami dari Sifillah | Ruang Perempuan tentang hubungan emosi, kesehatan hati perempuan, dan dampaknya pada sis...

Popular Posts