Pelajari cara berdamai dengan masa lalu, menerima kenyataan, dan memulihkan jiwa melalui Inner Healing bersama Coach Sonny Abi Kim. 40 hari perjalanan menuju ketenangan batin.
Prolog – Perjalanan Menuju Pemulihan Jiwa
Setiap kali kita berani mempelajari hal baru, sesungguhnya kita sedang melahirkan versi diri yang baru. Dalam dunia inner healing atau penyembuhan batin, belajar berarti menyadari bahwa setiap pengalaman — termasuk yang menyakitkan — adalah bagian dari proses menuju kedewasaan spiritual.
Ketika kita membuka diri untuk memahami makna di balik luka, menerima kenyataan dengan ikhlas, dan menyerahkan hasil kepada Allah, saat itulah kita tidak lagi menjadi orang yang sama. Kita sedang menjalani perjalanan pemulihan jiwa — The Inner Healing Journey. π±
πΈ Saat Kenyataan Tak Sesuai Harapan
Tidak semua rencana berjalan sebagaimana yang kita impikan. Ada kalanya, hidup membawa kita pada arah yang tidak kita pilih. Di titik inilah kita perlu mengenali “peta kendali jiwa” — membedakan antara hal yang bisa kita ubah dan yang tidak.
“Things you can change, change them fully.
Things you cannot change, accept them fully.”
Ketika kita mencoba mengendalikan hal yang di luar jangkauan, jiwa menjadi letih. Tapi saat kita menerima dengan penuh kesadaran, kedamaian mulai hadir perlahan. Di sinilah titik awal healing sejati dimulai.
πΏ Berdamai dengan Masa Lalu dan Luka Batin
Kata “seandainya saja…” sering menjadi pintu masuk penyesalan. Padahal, Rasulullah ο·Ί mengingatkan agar tidak terjebak dalam kalimat itu, karena di sanalah setan menanamkan benih ketidakridhoan.
“Qadarullah wa masya fa‘al” – Telah Allah tetapkan dan Dia berbuat sesuai kehendak-Nya.
Setiap peristiwa, bahkan yang pahit sekalipun, membawa hikmah. Luka masa lalu bukan untuk diratapi, tapi untuk dimaknai. Kadang Allah menunda sesuatu bukan karena tidak mencintaimu, tetapi karena sedang menyelamatkanmu dari sesuatu yang lebih buruk.
“Tidaklah Allah menetapkan sesuatu kecuali itu baik.”
Setiap luka memiliki tujuan takdirnya sendiri. Ia hadir untuk menyiapkan kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan beriman.
π€️ Berdamai dengan Hasil dan Menyambut Masa Depan dengan Tenang
Kita dapat berencana, berusaha, dan berdoa sebaik mungkin. Namun hasil akhirnya tetap berada dalam kendali Allah.
Tugas kita adalah menyempurnakan ikhtiar, bukan memastikan keberhasilan.
“Tidak ada perintah untuk berhasil, yang ada adalah perintah untuk berjuang.”
Setiap masa depan perlu dibingkai dengan iman. Karena yang benar-benar kita miliki hanyalah hari ini — momen yang sedang kita jalani.
“Every moment is a once in a lifetime moment. How will you live this moment?”
Hidup dengan kesadaran penuh hari ini adalah kunci inner peace dan kesiapan menyambut masa depan.
π« Berdamai dengan Sikap Orang Lain
Tidak ada yang bisa benar-benar menyakiti hati kita kecuali jika kita mengizinkannya.
Kita tidak bisa mengendalikan sikap orang lain, tapi kita bisa mengendalikan cara kita meresponnya.
“Yang dihisab oleh Allah bukan perlakuan orang lain, tapi bagaimana kita meresponnya.”
Fokuslah pada wilayah kendali diri (free will): bagaimana kita berpikir, berkata, dan berperilaku.
Sementara yang berada di luar kendali — qadar dan qadha Allah — adalah ruang untuk berserah dan bertumbuh dalam keimanan.
Ketika fokus kita berpindah dari “mengubah orang” menjadi “menyembuhkan diri”, kita menemukan ketenangan yang hakiki.
π Letting Flow Therapy – Melepaskan dengan Sadar
Letting Flow Therapy adalah latihan kesadaran untuk mengalir bersama rasa dan menyerahkan seluruh beban kepada Allah.
Langkah-langkahnya sederhana tapi mendalam:
-
Saksikan (Letting Awareness)
“Saya sadari, saya akui…”
Hadirkan kesadaran penuh pada emosi yang muncul. -
Izinkan (Letting Come)
“Saya izinkan rasa ini hadir.”
Terima setiap perasaan tanpa menghakimi. -
Rasakan (Letting Stay)
“Saya alami seutuhnya…”
Karena rasa ingin dimengerti, bukan ditolak. -
Relakan (Letting Go)
“Saya lepaskan, saya maafkan…”
Lepas bukan berarti kalah, tapi percaya bahwa Allah tahu yang terbaik. -
Rayakan (Letting God)
“Ya Allah, aku serahkan semuanya pada-Mu.”
Dan di sana, kedamaian sejati mulai tumbuh.
πΏ “Ya Allah, mudahkan ikhlasku… semudah napasku.”
πΈ Doa Afirmasi untuk Pemulihan Jiwa
“Ya Allah, aku sadari rasa ini hadir.
Aku izinkan, aku rasakan, aku lepaskan,
dan aku serahkan semuanya pada-Mu.”
Kalimat ini sederhana, tapi saat diucapkan dengan kesadaran dan keikhlasan,
jiwa yang lelah perlahan mulai bernafas kembali.
π Insight Reflektif
Setiap pengalaman — baik yang manis maupun getir — adalah bagian dari perjalanan menuju kebijaksanaan.
Setiap luka adalah undangan untuk mengenal diri, mengenal Allah, dan memahami makna cinta-Nya dengan cara yang lebih dalam.
Mempelajari hal baru berarti membuka ruang bagi diri untuk bertumbuh.
Dan setiap kali kita belajar hal baru tentang diri, kita tak lagi menjadi orang yang sama.
πΏ Mari Praktikkan Hari Ini
Ambil waktu sejenak. Tarik napas panjang dan ucapkan perlahan:
“Ya Allah, aku sadari rasa ini hadir. Aku izinkan, aku rasakan, aku lepaskan, dan aku serahkan pada-Mu.”
Rasakan kedamaian yang mulai tumbuh dari dalam.
Biarkan jiwa Anda bernafas… dan mengalir bersama kasih Allah.
Kelas Inner Healing Batch 2
⏳ HANYA 5 HARI LAGI!
Kesempatan untuk bergabung dalam program Inner Healing Batch 2 segera ditutup!
πΏ 40 Hari Perjalanan Pemulihan Jiwa
Bersama Coach Sonny Abi Kim
π
Mulai: 31 Oktober 2025
π₯ Sudah 150++ peserta terdaftar
π¬ Daftar di sini: π https://shrtlink.ai/InnerHealing
Atau hubungi WA π² wa.me/6282245467771
Karena pemulihan sejati dimulai ketika kita belajar melepaskan —
dan membuka diri untuk menjadi versi terbaik dari diri yang baru.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar