05 November 2025

Perjalanan Pemulihan Jiwa: Mengalir, Merelakan, dan Menemukan Ketenangan Bersama Allah

“Perjalanan Pemulihan Jiwa” mengajak kita menyelami proses penyembuhan batin melalui metode Letting Flow Therapy: menyaksikan, mengizinkan, merasakan, merelakan, hingga merayakan takdir bersama Allah. Sebuah refleksi mendalam tentang inner healing, ketenangan jiwa, dan ikhlas dalam menghadapi hidup.

Saat Luka Mengajarkan Kita untuk Pulang
oleh Sifillah | The New Me – Mempelajari Hal Baru, Membentuk Diri yang Baru

Setiap manusia pernah terluka. Ada yang memilih menahannya dalam diam, ada yang meluapkannya dalam amarah, ada pula yang mencoba mengabaikannya seolah tak pernah ada. Namun luka yang tidak disembuhkan akan tetap tinggal — menumpuk menjadi sumbatan energi di dalam jiwa.

Aku menyadari, proses healing bukan sekadar berhenti menangis atau melupakan. Ia adalah perjalanan untuk menyaksikan, mengizinkan, merasakan, merelakan, dan akhirnya merayakan semua yang pernah terjadi — bersama kesadaran bahwa Allah senantiasa menyertai.

Inilah yang saya pelajari dari Coach Sonny Abi Kim dalam Kelas Inner Healing: perjalanan memulihkan jiwa bukan tentang melupakan masa lalu, tetapi mengalir bersama takdir dan menemukan makna di baliknya.

Ilmu Sukses dan Ilmu Bahagia Tidak Selalu Sama

Kita sering diajarkan untuk mengejar kesuksesan. Namun sesungguhnya, kesuksesan tidak selalu menyembuhkan luka batin.
Banyak orang terlihat berhasil di luar, tapi hatinya tetap kosong. Sebab, ilmu sukses dan ilmu bahagia adalah dua jalan yang berbeda.
Kesuksesan berbicara tentang pencapaian, sedangkan kebahagiaan berbicara tentang penerimaan.

Dan sering kali, yang kita butuhkan bukan hanya strategi hidup — melainkan kedamaian batin untuk bisa hidup sepenuhnya.

🌸 Tiga Kesalahan dalam Mengelola Ruang Batin

  1. Ditekan atau dipendam — rasa yang tidak diungkapkan akan mengendap menjadi beban tak kasat mata.

  2. Dipelampiasan — rasa yang tidak diolah justru melukai diri sendiri dan orang lain.

  3. Diabaikan — berpura-pura baik-baik saja, padahal di dalam hati ada badai yang belum reda.

Semua itu membuat energi dalam jiwa tersumbat. Dan ketika energi tersumbat, kita kehilangan aliran kedamaian.
Maka, tugas kita bukan menolak, tetapi mengalirkan.

🌸 Letting Flow Therapy: Mengalir Bersama Allah

Coach Sonny menyebutnya Letting Flow Therapy, sebuah perjalanan menuju penerimaan sejati melalui teknik 1 + 4, yaitu:

  1. Saksikan (Letting Awareness Arise)

  2. Izinkan (Letting Come)

  3. Rasakan (Letting Stay)

  4. Relakan (Letting Go)

  5. Rayakan (Letting God)

Setiap tahap adalah langkah untuk menuntun hati kembali lembut. Mari kita pahami satu per satu…

🌸 1. Saksikan – Letting Awareness Arise


“Saya sadari, saya akui, saya kenali, saya saksikan.”
Inilah tahap kesadaran.
Kita belajar menyadari tanpa menghakimi, mengakui tanpa membenci.
Dalam NLP, proses ini disebut disosiasi — melihat diri dari jarak yang aman.

Kita sering mudah memberi nasihat pada orang lain, tapi keras pada diri sendiri. Saat sedih, kecewa, atau marah, jangan buru-buru menghapus perasaan itu. Saksikan dulu.
Karena dengan menyaksikan, kita sedang memberi izin pada hati untuk bicara.

🌸 2. Izinkan – Letting Come

“Saya izinkan, saya terima, saya bertanggung jawab.”
Mengizinkan berarti tidak menolak apa yang dirasa.
Yang diizinkan bukan perilaku, tetapi rasa: marah, sedih, kecewa, kehilangan, bahkan bahagia.

Ketika kita berhenti melawan rasa, di sanalah kelegaan batin muncul.
Menerima bukan berarti menyerah, tetapi menghormati takdir yang sedang terjadi.
Seperti menyambut tamu yang datang — mungkin tak menyenangkan, tapi kita tahu ia tidak akan tinggal selamanya.

Katakan dengan lembut dalam hati:
“Ya Allah, aku mungkin belum mengerti sekarang, tapi aku yakin, Engkau sedang mengajariku sesuatu.”

🌸 3. Rasakan – Letting Stay

“Saya rasakan, saya alami seutuhnya, saya berikan perhatian.”
Setiap emosi membawa pesan.
Marah mungkin ingin mengajarkan batas. Sedih mengajarkan kelembutan. Kecewa mengajarkan ketulusan.

Kadang Allah “menggelapkan” hidup kita bukan untuk menghukum, tapi untuk menampakkan cahaya yang lebih terang.
Seperti kata Maulana Rumi,

“Cahaya ditemukan dalam gelap. Harta karun ditemukan dalam reruntuhan.”

Dalam proses letting stay, kita belajar mencintai takdir, walau sementara masih terasa pedih. Karena di titik terendah, sesungguhnya Allah sedang paling dekat.

🌸 4. Relakan – Letting Go

“Saya lepaskan, saya maafkan, saya persilahkan pergi.”
Melepaskan bukan melupakan, tapi mengembalikan semuanya kepada Allah.
Meyakini bahwa apapun yang terjadi, ada kasih-Nya di baliknya.

Seperti anak kecil yang tenang saat digenggam ibunya, begitu pula jiwa kita saat menyerahkan segalanya pada Allah.

“Asal aku bersama-Mu, ya Allah, aku tenang.”

🌸 5. Rayakan – Letting God


“Saya mohon ampunan pada Allah, saya serahkan segalanya.”
Inilah puncak pemulihan jiwa — ketika hati telah lembut dan siap berserah sepenuhnya.

Letting God bukan pasrah tanpa daya, tetapi tawakal yang aktif, terus bergerak dengan percaya penuh.
Ada tiga sikap yang menyertai:

  • Tawakal – percaya sambil berusaha.

  • Tafwidh – menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah.

  • Taslim – tunduk dan ridha atas ketetapan-Nya.

🌸 Latihan Pemulihan Jiwa: Spirit, Napas, dan Doa


Ambil napas dalam... tahan... lalu lepaskan perlahan.
Katakan dalam hati:

“Ya Allah, mudahkan ikhlasku… semudah napasku.”

Tulislah 50 kejadian yang tidak mengenakkan dalam hidupmu.
Pilih satu yang paling terasa.
Lalu lakukan langkah-langkah ini:

  1. Saksikan – Saya sadari dan akui.

  2. Izinkan – Saya izinkan dan terima.

  3. Rasakan – Saya alami seutuhnya.

  4. Relakan – Saya lepaskan dan maafkan.

  5. Rayakan – Saya serahkan dan bersyukur.

Ucapkan dengan lembut:

“Alhamdulillah ‘ala kulli hal.
Hasbiyallahu laa ilaaha illa Huwa, ‘alayhi tawakkaltu wa Huwa rabbul ‘arsyil ‘azhim.”

Lalu tarik napas... dan lepaskan bersama kelegaan.


🌸 Insight Penutup

Pemulihan bukan berarti kita tidak akan terluka lagi, tapi kita belajar bagaimana berdamai setiap kali luka datang.
Dan saat kita berani menyaksikan, mengizinkan, merasakan, merelakan, hingga merayakan…
kita sedang menyembuhkan jiwa dan menyiapkan ruang baru bagi cahaya Allah.


Call to Action

Hari ini, luangkan 10 menit saja.
Tarik napas perlahan.
Tuliskan satu hal yang masih menyesakkan di hati, lalu praktikkan langkah

SIRRR (Saksikan–Izinkan–Rasakan–Relakan–Rayakan).
Biarkan jiwamu mengalir.
Karena ketika kau belajar mengalir bersama takdir,
kau akan menemukan — bahwa dirimu yang baru sedang dilahirkan. 

Latihan Selengkapnya dapat dipelajari dalam kelas INNER HEALING

🌺 Kalimat Doa Affirmasi (3)

Rayakan (Letting God)

Ya Allah…

Kini aku belajar merayakan hidupku apa adanya.
Bukan karena semuanya mudah,
tapi karena aku tahu, Engkau selalu bersamaku di setiap kesulitan.

Aku bersyukur bukan hanya saat bahagia,
tapi juga dalam luka yang mengajarkanku untuk pulang.

Aku percaya…
Tidak ada kejadian yang sia-sia.
Setiap air mata membawa pesan cinta-Mu.

Ya Allah, aku serahkan semuanya kepada-Mu.
Aku percaya pada jalan-Mu,
aku tenang dalam pelukan takdir-Mu.

Kini aku ingin hidup dengan hati yang ringan,
dengan jiwa yang lapang,
dengan keyakinan bahwa apapun yang terjadi —
semua adalah cara-Mu menuntunku untuk menjadi versi terbaik diriku.

Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Segala kekuatan hanyalah milik-Mu, ya Allah.
Aku hanyalah hamba-Mu yang ingin terus belajar mencintai-Mu —
lewat rasa yang Kau hadirkan,
lewat hidup yang Kau takdirkan.


Inner Healing 


Mari Bertumbuh Bersama

Jika hatimu sedang mencari arah, ingin lebih tenang,
dan rindu memperdalam makna hidup melalui ilmu yang menenangkan —
maka bergabunglah dalam WEBINAR BERSAMA

Informasi kajian free yang insyaAllah akan menuntun kita mengenal makna syukur, sabar, dan tauhid dari sisi yang lebih dalam.

📲 Klik untuk bergabung ke salurannya dan dapatkan info kajian berikutnya:
👉 WEBINAR BERSAMA

Karena di setiap ilmu yang kita pelajari dengan hati,
ada bagian diri yang sedang Allah ubah menjadi lebih baik.
Dan di sanalah, The New Me dimulai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketika Disayang Menenangkan, Disakiti Mengacaukan Imun | Refleksi Sains dan Islam tentang Kesehatan Hati dan Tubuh

Artikel reflektif bernuansa Islami dari Sifillah | Ruang Perempuan tentang hubungan emosi, kesehatan hati perempuan, dan dampaknya pada sis...

Popular Posts